Pada tahun 2012, suhu pusat bumi akan naik secara dramatis, oleh karena dibombardir oleh neutrinos dari sinar matahari yang begitu besar. Hal ini akan menyebabkan gempa bumi di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Hal ini akan menimbulkan tsunami yang dahsyat yang akan menyapu benua. Kerusakan sedunia ini baru-baru ini digambarkan dalam film yang berjudul 2012, tetapi apakah yang digambarkan dalam film itu benar? Apakah hal-hal ini akan terjadi pada tanggal 21 Desember 2012?

Jawaban dari Alkitab adalah “TIDAK”. Berbicara mengenai kedatangan-Nya kembali dan akhir dunia, Yesus menyatakan dengan tegas kepada pendengarNya, “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.” (Matius 24:36). Yesus dengan sangat jelas mengatakan, dunia ini akan berakhir dan Dia akan datang kembali sesuai dengan rencana-Nya yang hanya Dia sendiri yang mengetahui waktunya.

Tetapi, kita tidak dibiarkan hanya menduga-duga dekatnya akhir zaman. Yesus mengatakan, “Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.”

Bencana alam dan bencana buatan manusia akan semakin sering terjadi pada waktu kedatangan Yesus semakin dekat, tetapi Dia tidak akan datang sampai “Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” (Matius 24:14). Bagaikan raungan sirene mobil pemadam kebakaran, berita utama harian mengingatkan kita akan suatu dunia yang menuju kepada kebinasaan. Dan tidak sedikit orang membicarakan kebinasaan manusia yg tidak lama lagi. Tetapi Allah, di dalam kasih-Nya yang tak terbatas, masih menunda kedatangan-Nya karena Dia tidak ingin melihat satupun dari anak-anak- Nya binasa. Bahkan pada saat ini pun, kabar baik mengenai keselamatan itu sedang dikabarkan ke seluruh penjuru dunia, mempersiapkan orang-orang untuk kedatangan-Nya.

Tetapi ada pertanyaan yang harus dijawab. Jika kita tidak mengetahui dengan pasti kapan Yesus akan datang kembali, lalu apakah hal yang kita harus ketahui? Hal yang sangat genting ini telah dibicarakan Yesus sekitar 2000 tahun yang lalu. Tidak berapa lama setelah Yesus bangkit dari kubur, dalam perpisahan-Nya yg terakhir, murid-murid- Nya terpesona melihat Dia naik ke awan-awan dan hilang dari pandangan mereka. Tetapi di dekat mereka ada 2 orang jurukabar Surga (Malaikat) yang menyampaikan janji yang berharga kepada murid- murid Yesus yang bersedih hati, “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” (Kis. 1:11).

Perhatikan bahwa janji yang disampaikan ini seluruhnya sesuai dengan pernyataan Kristus sebelumnya tentang kedatangan-Nya kembali. Dengan kekuatan yang besar Dia menghilangkan semua gagasan dan pendapat bahwa kedatangan Yesus itu terjadi secara rahasia dan diam-diam. Yesus telah mengamarkan para pengikut-Nya, “Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu. Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di padang gurun, janganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, janganlah kamu percaya. Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia”. (Matius 24:23-27)

Kedatangan Yesus yang kedua kali bukanlah sebuah operasi rahasia dan bukan sesuatu yang bisa kita hindari. “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit” (1 Tesalonika 4:16). “Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.” (Wahyu 1:7) Semua mata akan memandang puncak peristiwa yang akan terdengar keras dimana-mana ini — tidak perlu kita membaca beritanya dari Facebook, Twitter atau televisi. Detil mengenai kedatangan Yesus sangat penting karena dalam 2 Tesalonika 2:9 ditunjukkan bahwa Setan sendiri, menunjukkan dirinya sebagai malaikat terang, akan berusaha untuk menipu seluruh dunia melalui kedatangan kedua kali yang palsu. Anda bisa membaca topik penipuan Setan ini dalam buku “Kemenangan Akhir” yang bisa di dapatkan dari www.artihidupku.com

Tetapi apakah artinya kedatangan Yesus ini bagi Anda? Pada akhirnya, apa untungnya mengetahui fakta-fakta tersebut jika Anda tidak bersedia pada kedatangan Yesus yang kedua kali itu? Untuk dapat mengerti arti bersedia, anda harus menyadari terlebih dahulu bahwa kedatangan Yesus yang kedua kali adalah kabar baik. Tidak ada hal yang perlu ditakuti tentang akhir zaman jika kita berada dipihak Kristus. Wahyu 6:14-17 menggambarkan bagaimana kebanyakan orang akan berlari ke sana ke mari dalam ketakutan dan dibinasakan pada waktu Kristus datang untuk kedua kalinya. Mengapa? Oleh karena mereka telah memilih untuk menolak keselamatan yang diberikan oleh Allah. Allah berkata, “Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup? Sebab Aku tidak berkenan kepada kematian seseorang yang harus ditanggungnya, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Oleh sebab itu, bertobatlah, supaya kamu hidup!” (Yehezkiel 18:23, 32) Ketika dunia berakhir dan orang-orang berdosa menolak Allah, maka Allah sebenarnya memberikan apa yang mereka inginkan, yaitu terpisah dari Sumber Kehidupan Kekal. Amsal 8:36 mengatakan, “Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang yang membenci aku, mencintai maut.”

Agar supaya kita bersiap untuk menyambut kedatangan Yesus, pertama-tama kita harus memahami keadaan kita yang sebenarnya. Alkitab mengajarkan bahwa akar dari segala dosa adalah sifat mementingkan diri sendiri. Kebanyakan orang berpikir bahwa mereka adalah orang baik, tetapi orang yang sungguh-sungguh memandang pada firman Allah, akan menunjukkan yang sebaliknya, bahwa ia bukan orang baik, tetapi adalah orang berdosa. Bahkan perbuatan kebaikan pun, bisa saja dilakukan dengan motif mementingkan diri sendiri. Apa yang kita butuhkan adalah pertama: Pengampunan dari Kristus, dan yang kedua: kita memerlukan hati yang baru dengan kasih yang tidak mementingkan diri sendiri. Pengampunan ini hanya bisa diterima dengan memohon pada Yesus dalam doa. Hati dan Roh yang baru akan diberikan kepada kita, jika kita dengan kerendahan hati terus mempelajari karakter Allah (1 Petrus 1:23)

Kristus sangat merindukan semua orang untuk berada bersama Dia di dalam kerajaan- Nya pada waktu Ia datang kembali(2 Petrus 3:9). Bahkan Alkitab mengajarkan bahwa pada waktu Dia datang kembali, semua sahabat dan orang-orang yang kita kasihi yang telah mati dalam Yesus, akan dibangkitkan kepada kehidupan yang kekal! “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini. (1 Tesalonika 4:16-18)

Kalender Long Count bangsa Maya — yang sangat tepat dalam menghitung posisi benda-benda angkasa selama lebih 5000 tahun — adalah sebuah penemuan manusia yang luar biasa. Tetapi Alkitab menyatakan bahwa Allahlah yang menempatkan bintang- bintang dan planet-planet pada posisi mereka, dan dengan demikian, Dia jugalah yang menentukan pergerakan benda-benda langit tersebut, bukan sebaliknya. Dan jika kita telah menerima Yesus dan keselamatan-Nya dalam hati kita, kita tidak perlu mengkhawatirkan apa yang akan terjadi pada 21 Desember 2012 – atau pada hari-hari lain sekalipun.

 

Indo2012